Proses Terciptanya Barang Furniture

Logs
Kayu hasil penebangan disebut logs dan dari sini proses pembuatan all wood furniture atau all furniture berawal. Logs didistribusikan ke pabrik atau pusat penggergajian menggunakan angkutan khusus baik di darat maupun melalui sungai. Beberapa perusahaan mengupas kulit logs agar bisa lebih cepat kering selama perjalanan. Biasanya pembeli atau wood furniture wholesale dan furniture wholesale ingin segera mengolah log tersebut menjadi all furniture beberapa hari setelah log tiba di dalam sawmill dan kiln dry. Untuk menghindari kerusakan dan retak, penampang log diberi ‘paku cacing’ sebagai pengaman.

Sawmilling
Kemudian log dibelah sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan untuk pembuatan all wooden furniture. Standar ketebalan papan pada saat pembelahan log adalah 3, 5, 7, 10, 12, dan 15 cm. Di area penggergajian kayu furniture jepara, papan-papan hasil pembelahan dipisahkan sesuai ketebalan dan jenis kayu sehingga memudahkan pengaturan di dalam kiln dry. Untuk pabrik wood furniture atau wooden furniture yang memiliki kapasitas produksi besar, memiliki sawmill akan membantu efisiensi produksi baik dalam segi pemakaian bahan maupun kecepatan produksi wood furniture.

Sebelum masuk ke ruang pengeringan, papan dan balok disimpan dahulu di luar ruangan dengan tujuan agar kandungan air juga akan menguap karena suhu dan temperature udara di luar ruangan sehingga ketika di
wood furniture store dan wooden furniture wholesale tetap menarik. Hal ini biasanya hanya dilakukan pada saat musim panas. Agar kualitas kayu terjaga, paling lama adalah 1 minggu setelah penggergajian, kayu harus segera dikeringkan. Semakin cepat kayu diproses akan lebih baik sehingga tidak ada waktu bagi jamur dan serangga untuk menyerang kayu dan tetap menjaga kualitas furniture di furniture store atau furniture wholesale.

Kiln Dry
Jenis kayu apapun harus melalui proses pengeringan. Adapun yang perlu diperhatikan adalah ukuran ketebalan papan, cara penumpukkan dan metode pengeringan. Kayu yang lunak cenderung mudah pecah jika dibuat wooden furniture apabila proses pengeringan terlalu cepat, dan ketika di wood furniture store atau wooden furniture wholesale furniture tersebut tidak akan bertahan lama.

Pengeringan kayu membutuhkan waktu antara 2 hingga 4 minggu, dipengaruhi oleh jenis kayu, ketebalan papan dan kapasitas pengering.
Cara pengeringan yang baik adalah dengan menggunakan peralatan yang benar. Pada all wood furniture industri kecil seperti furniture jepara tradisional biasanya untuk mengeringkan kayu cukup dengan disandarkan pada dinding atau tiang dan mengandalkan sinar matahari. Namun cara ini tidak bisa menghasilkan level all wooden furniture ideal di furniture store dan wood furniture wholesale.


http://manunggaljaya.wordpress.com/


Temukan beragam
All Wood Furniture - Wood Furniture Store - Wooden Furniture Wholesale - Furniture Jepara - Wood Furniture - Wooden Furniture - Furniture Store - All Wooden Furniture - Wood Furniture Wholesale - Wood Furniture Wholesale - All Furniture - Furniture Wholesale hanya di All Wood Furniture : Wood Furniture Store & Wooden Furniture Wholesale Jepara 88db.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Proses Terciptanya Barang Furniture"