Melihat Perkembangan logistik Supply di Indonesia


Perkembangan Logistik Supply di Indonesia semula diawali munculnya perusahaan-perusahaan pengiriman ekspres. Perusahaan pengiriman ekspres menawarkan jasa pengiriman barang dari satu pihak ke pihak lain yang bisa diartikan pendistribusian barang dari produsen ke konsumen. Dalam logistik supply chain management, aktivitas ini dikenal sebagai physical distribution outbond logistic. Hal ini dikarenakan pada masa itu masih berlaku sistem physical distribution. Perusahaan pada waktu itu masih belum memikirkan intuk menyatukan kegiatan inbound dan outbound. Kegiatan inbound maksudnya suatu kegiatan pengiriman atau pengangkutan atau pendistribusian bahan mentah (raw material) dari pemasok satu sumber bahan mentah (raw material source) yang kemudian dibawa ke pabrikuntuk diolah.

Potensi Pasar Logistik Sangat Besar

Industri logistik di Indonesia berkembang sangat pesat. Hal ini membuat potensi pasar logistik nasional sangat besar, mencapai Rp 268 triliun per tahun. Persaingan bisnis logistik supply pun sudah sangat ketat. Untuk menghadapi persaingan itu, dibutuhkan rantai pasokan yang efisien guna menyediakan pelayanan lebih cepat. Dalam Asosiasi Jasa Titipan, sebanyak 635 perusahaan bergabung, dan dalam Asosiasi Logistik Indonesia terdapat lebih dari 300 perusahaan. Itu hanya untuk wilayah Jakarta. Pendapatan PT Pos Indonesia dari bisnis logistik supply mencapai Rp 1,4 triliun-Rp 1,7 triliun per tahun.

Meski demikian,masih banyak masyarakat belum benar-benar memahami bisnis logistik. Logistik dianggap hanya menangani gudang. Padahal cakupannya lebih luas, seiring dengan perkembangan dunia usaha, yaitu meliputi pemindahan barang dengan aktivitas penanganan yang diperlukan. Misalnya, bahan mentah. Barang dipindahkan lalu disimpan. Kalau perlu, diproses lagi kemudian diantar ke tujuan.. Jawa Barat menjadi daerah dengan potensi pasar logistik yang sangat besar. Sebab, keberadaan beragam industri di Jabar, seperti otomotif, elektronik, dan perbankan, memacu aktivitas perdagangan.

Kendala Bisnis Logistik di Indonesia

Kendala besar pada saat sekarang bagi usaha jasa logistik supply adalah infrastruktur-jaringan jalan yang kurang aman. Sulitnya mendapat gudang sesuai dengan persyaratan pergudangan internasional. Termasuk kendala komunikasi mobile dan masalah inflasi dalam bentuk bahan bakar naik, tarif listrik dan telepon naik, tarif angkutan naik, serta di atas segala ini, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Khusus jaringan jalan raya, perjalanan truk kurang aman jika beroperasi di malam hari. Misalnya dari Jakarta ke Surabaya oleh berbagai gangguan seperti pungli, bahkan pembajakan dan perampokan. Sementara mengirim barang atau logistik supply dari Jakarta ke Medan, jalan-jalan di daratan pulau Sumatera dalam keadaan memprihatinkan.

Hal ini berdampak pada harga sebuah barang. Misalnya harga mie instan di sebuah desa seringkali lebih mahal daripada di kota. Hal tersebut terjadi karena biaya transport ke desa lebih mahal, membutuhkan waktu yang lebih lama pula. Oleh sebab itu perlu dibuat suatu sistem Logistik Supply yang murah dan efisien sehingga harga mie instan di desa sama dengan di kota.

aristonblog.co.cc

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Melihat Perkembangan logistik Supply di Indonesia"