Menjaring Agen Pengiriman Baru

Bagaimana dengan orang yang modalnya tak begitu besar dan tak memiliki jaringan luas? Inilah enaknya. Kue bisnis jasa kurir yang legit ini bisa pula dinikmati pengusaha kurir express bermodal pas-pasan. Sebab, untuk meluaskan jaringan bisnis kurir Surabaya, belakangan perusahaan jasa kurir Surabaya dan cargo gencar mengundang para pengusaha kurir untuk bekerja sama menjadi agennya.

Penawaran datang dari perusahaan jasa kurir lokal hingga kelas dunia. Sekadar menyebut contoh, ada RPX/Fed Ex (KONTAN, edisi 17 Oktober 2005) dan Star Express Logistic (KONTAN, edisi 6 Juni 2005) yang sudah cukup lama menawarkan peluang menjadi agen kurir express. Penawaran serupa juga masih terus ditawarkan perusahaan-perusahaan kurir Surabaya lain. Di antaranya yang tengah giat menjaring agen baru adalah Priority Cargo and Package (PCP), LTH International, dan Tiki JNE.

Umumnya dalam penawaran kerja sama keagenan
jasa kurir Surabaya ini, para agen kurir tinggal membuka outlet yang ukurannya tak perlu terlalu luas. Lalu, si agen tinggal duduk manis menunggu datangnya pelanggan. Saban pagi dan sore, perusahaan induk akan datang untuk mengangkut paket-paket itu.

Proses pengiriman selanjutnya hingga paket sampai di tujuan, semua menjadi tanggung jawab si perusahaan induk. Agen tinggal menikmati komisi yang besarnya 10%-30%. Itu berarti si agen hanya menanggung biaya operasional gerainya, biaya pengepakan (packing), dan biaya pengambilan paket dari pelanggan.

Dengan skim keagenan yang pasif begini, modal menjadi agen tidaklah besar, paling hanya beberapa juta rupiah. “Agen cukup menyediakan tempat usaha, line telepon dan faks, meja, dan kursi saja,” ujar A. Sutjipto, Marketing Agent PCP Jakarta.

Komponen biaya yang rada besar paling sewa tempat. Tapi, biaya sewa ini juga sebenarnya tidaklah besar. Sebab selain mensyaratkan si agen sudah harus memiliki badan usaha (PT, CV, UD, Koperasi), beberapa perusahaan mensyaratkan si agen harus memiliki usaha lain yang sudah eksis. Misalnya wartel, warnet, fotokopi, toko ponsel, toko kue, dan lain-lain. Dengan begitu, biaya sewa ruang bisa di share dengan usaha lain tersebut.

Namun, semakin banyaknya pemain di bisnis pengantaran dokumen dan paket ini membuat para pelakunya harus bersaing ketat menjaring pelanggan. Untuk itu perusahaan jasa kurir harus lebih aktif menjemput bola. “Kami mendorong para agen melakukan penjualan dan mendatangi pelanggan,” papar M. Johari Zein, Direktur Eksekutif Tiki JNE.
Menjadi agen aktif tentu membutuhkan modal yang lebih besar. Selain harus mempekerjakan lebih banyak karyawan, si agen juga harus menyediakan kendaraan untuk menjemput paket dari pelanggan, bisa berupa sepeda motor atau mobil boks. Tapi, potensi omzet dan komisi yang bakal diraih tentu lebih besar pula ketimbang agen pasif yang menunggu datangnya pelanggan.

http://blogkage.wordpress.com/

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat di Jasa Kurir
| Kurir Express | Kurir Surabaya | Jasa Kurir Surabaya | Kurir di 88db.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menjaring Agen Pengiriman Baru"