Jumat, 01 Mei 2009

Perawatan Mobil Mercedes Bens 300E

Dealer Suzuki Jakarta - Bodi bongsor, tenaga besar, makanya istilah Boxer pun diberikan buat Mercy 300E ini. Namun, sang Boxer pun lama-lama lemas juga dimakan usia (periode 1986-1995). Agar tetap segar, perlu dirawat, bukan? Misalnya engine diagnose, diagnose tester marcedez, diagnosis tester, engine diagnosis, engine marcedez, engine tester, dsb.
MESIN

Secara keseluruhan mesin berkode M103 ini tergolong ‘badak’, tak ditemukan masalah berarti pada dapur pacu berkapasitas 2.960 cc ini. “Biasanya bermasalah hanya di self adjuster valve saja. Itupun tidak mahal,” urai H Julianto MZ, dari bengkel Mercedes-Benz Munggaran Motor, Jln. Haji Nawi I/1, Jaksel. Pria humoris itu bilang, jika ada suara berisik dari mesin, tandanya perangkat tadi harus diganti. Bisa juga disebabkan dari oli, “Bukan oli jelek, namun tidak tepat,” tambahnya. Jika ingin mengganti, sediakan dana untuk belanja tentunya.

GIR WIPER

Bilah wiper unik, salah satu ciri khas mobil ini. Ada ‘penyakit’ bawaan buat Mercy lawas ini. “Gigi-gigi dalam motor rompal,” seru pria berbadan subur ini. Pasalnya gigi-gigi ini terbuat dari plastik yang mudah rusak. Julianto pun melihat peluang, dibuatlah gigi-gigi wiper berbahan aluminium. Memang harga jual lebih mahal dibanding yang plastik, namun dijamin lebih kuat.
ENGINE MOUNTING

Mobil berkode bodi W124 ini, menurut Julianto ada dua buah engine mounting dan terdapat oli di dalamnya. “Berfungsi juga sebagai peredam getaran. Hasilnya getaran mesin sangat tidak dirasakan di kabin,” serunya. Ada yang menambah dengan diagnosis tester, engine diagnose, diagnose tester marcedez, engine diagnosis, engine marcedez, engine tester.

Namun kalau rusak, jadi tak berfungsi sempurna. Jalan satu-satunya mengganti dengan unit baru.
SALURAN BENSIN

Mesin 6 silinder segaris ini, menggunakan sistem injeksi yang memakai fuel distributor. Peranti ini mesti dijaga, karena cukup mahal. “Jika menjaga kebersihan saluran bahan bakar, peranti ini bisa lebih awet,” terang Kakung, dari SSC di kawasan Bintaro, Tangerang, Banten. Sebab jika kotoran masuk ke dalam fuel distributor, bisa menyobek membran di dalamnya.

“Namun ada peranti rekondisi. Menurutnya, sebaiknya segera isi bensin sebelum ketika isinya tinggal seperempat, agar kotoran tidak tersedot ke dalam. “Filter dan pompa bensin pun lebih awet,” tambahnya.

Tidak ada komentar:

 
Temukan Juga Info Majalah Otomotif dan Berita Otomotif Terbaru di autocarindonesia.com | Info : Tanaman Obat